Alam Bebas Membentuk Nilai-nilai di sanalah kehidupan para pejuang.Mereka bilang jalan-jalan.
Lebih dari itu ku yakini ini adalah sebuah persiapan.
Persiapan untuk sebuah perjalanan.
Persiapan yang sampai pada titik mana aku berhenti tak pernah aku pikirkan.
Karena persiapan adalah sebuah proses, dan proses tak kan pernah aku biarkan ia terhenti di perjalanan.
Katakanlah: “Berjalanlah di (muka) bumi, maka perhatikanlah bagaimana Allah menciptakan (manusia) dari permulaannya, kemudian Allah menjadikannya sekali lagi. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al-Ankabut: 20)
Alam bebas, di sanalah kau menyadari siapa dirimu sebenarnya dan siapa sebenarnya kawanmu serta kau akan menyadari siapakah AllahMenyalurkan hobi dan senang-senang saja kau.
Ini bukanlah sekedar hobi atau senang-senang saja kawan,
Ini adalah sebuah persiapan…
Persiapan untuk meninggalkan dunia yang penuh dengan kesenangan-kesenangan yang semu.
Persiapan untuk menunjukkan keberartian tulang-tulang berserakan ini di hadapan Rabbnya.
Persiapan yang ku lakukan dengan kebahagiaan menjalankannya.
Kalau lah ini semua untuk jalan-jalan saja atau sekedar menyalurkan hobi bermain di alam, maka saksikanlah bahwa kau takkan melihat ku berlama-lama di sini.
“Seorang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih disukai Allah daripada seorang mukmin yang lemah dalam segala kebaikan. Peliharalah apa-apa yang menguntungkan kamu dan mohonlah pertolongan Allah, dan jangan lemah semangat (patah hati). Jika ditimpa suatu musibah janganlah berkata, “Oh andaikata aku tadinya melakukan itu tentu berakibat begini dan begitu”, tetapi katakanlah, “Ini takdir Allah dan apa yang dikehendaki Allah pasti dikerjakan-Nya.” Ketahuilah, sesungguhnya ucapan: “andaikata” dan “jikalau” membuka peluang bagi (masuknya) karya (kerjaan) setan.” (HR. Muslim)
Dibutuhkan lebih banyak KEBERANIAN untuk menghadapi kehidupan sehari-hari yang sebenarnya lebih kejam daripada bahaya pendakian yang nyata, Tetapi dibutuhkan lebih banyak KETABAHAN untuk bekerja di kota daripada mendaki gunung Yang tinggi (Ipala).Ya, saya yakini ini adalah persiapan, persiapan yang mungkin tak ada ujung hingga aku lah yang paling layak dan pantas berada di barisan terdepan menjemput bidadari menggapai surga, bersama Rasulullah bertemu dengan Allah.
Inilah jalan yang ku tempuh.
Jalannya para pejuang yang tidak semua orang senang mengikutinya.
Jalan yang berliku penuh rintangan dan ancaman.
Jalannya para pejuang yang rindu bertemu Rabbnya.
Jalan para peminang bidadari.
Kematian.. Kita yang merencanakan, Allah yang menentukan. Oleh karenanya, rencanakanlah kematian yang indah, kematian orang-orang yang rindu bertemu Rabbnya, Sehingga Allah tak sungkan menyambut kerinduan tersebut dan menetapkan kematian indah yang diinginkan setiap muslim“Sesungguhnya, Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil, dan Al-Qur`an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) dari Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.” (QS. At-Taubah: 111)
Dari Abu Hurairah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang mati dan dirinya tidak pernah berjihad dan tidak pernah meletakkan dalam dirinya keinginan untuk berjihad maka dia mati dalam cabang kemunafikan.“ (Hadits Riwayat Imam Muslim)
Mari Bermain, Belajar dan Berlatih di Alam
Maha Suci Allah Yang Maha Tinggi. Ya Allah kubersimpuh di hadapan-Mu dan kupanjatkan Doa: “Ya Rabb Wafatkanlah aku di medan Jihad atau di medan Dakwah atau dengan selemah-lemahnya aku, wafatkanlah aku dalam husnul khatimah”, aamiin.

Saya Riko Aulia Rachman dari kelas 9A absen 21
BalasHapusSaya setuju dengan tulisan penulis.
Kematian memang pasti terjadi dan kita tidak pernah tahu kapan itu terjadi. Tetapi, sebagai seorang muslim kita harus mempersiapkanya. Karena dengan kematian, maka terputuslah amal kita. Tulisan di atas benar-benar memotivasi kita untuk selalu mengingat kematian dan mempersiapkanya dengan cara berjihad dan berdakwah di jalan Allah agar kelak kita selamat.
Semoga kita termasuk orang yang meninggal dalam keadaan husnul khatimah. Aamiin.
Saya Ma'arif Abi Panuntun Kelas IXC Abs. 12
BalasHapusMenurut saya,bacaan di atas bagus dan mengingatkan saya akan adanya kematian." Kematian.. Kita yang merencanakan, Allah yang menentukan." kalimat dari bacaan di atas yang membuatku sadar kematian.
Saya Yogi Priyo Pradana dari kelas 9A absen 26.
BalasHapusCerita itu sangat bagus,karena KEMATIAN sebagai pelajaran buat kita. Cukuplah KEMATIAN sebagai nasehat buat kita. Kemanapun kita melangkahkan kaki untuk pergi... Kepada siapapun kita berlindung ... Dengan apapun kita menghindar ... Apabila sudah saatnya KEMATIAN datang ... Kita tidak bisa pergi, berlindung atau menghindar ... Seterampil/seberhasil apapun kita bekerja & berkarya ... pada saatnya kita terbujur kaku sebagai MAYAT ..
Seperti bunyi hadits berikut ini :
Dengan memaknai KEMATIAN, berarti kita sedang menghargai arti kehidupan. Perbanyaklah mengingat KEMATIAN. Seorang hamba yg banyak mengingat mati maka ALLAH SWT akan menghidupkan hatinya dan diringankan baginya akan sakitnya KEMATIAN. {HR. Ad-Dailami)
Nama :Muhammad Hafidh
BalasHapusKelas:IX A
Absen:13
Menurut saya, bacaan diatas mengingatkan kita kepada sang Maha Pencipta Allah S.W.T yang telah memberikan kita kehidupan dan kematian. Kematian adalah sesuatu yang pasti akan menghampiri kita cepat atau lambat. Kita sebagai manusia harus mempersiapkan kematian walau banyak rintangan dan ancaman menghadang.
saya yudistira dwi permana kelas 9D nomer absen 25 ...
BalasHapusartikel ini mengingatkan saya pada suatu ayat suci alqur'an ayat al-baqarah : 132 (kalo tidak salah) yang artinya
"Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya`qub. (Ibrahim berkata): "Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam".
Nama saya Zumna Nasyahta Jingga kelas 9D absen 27
BalasHapusmenurut saya artikel ini mengingatkan saya akan kebesaran Allah SWT. Kematianlah sebagai pengingat kita untuk tidak melakukan sesuatu yang buruk, dan menentang Allah karena kehidupan dunia hanya sementara sedangkan kehindupan akhirat selamanya.
Assalamualaikum wr wb.
BalasHapusNama saya Rachel Amelia S saya dari kelas 9D.
Saya sungguh tersentuh membaca kata-kata diatas. Kata-kata itu membuat saya menyadari bahwa dunia ini adalah fana yang artinya adalah dunia itu hanya sementara, tak selamannya. Sunnguh...saya jadi semakin menyadari bahwa kekuasaan ini hanya milik Allah SWT. Subhannallah...betapa besar kekuasan yang dimiliki Allah..berapa ribu kehendak yang diinginkan Allah...terimakasih Bapak Kundaru telah membuat saya tersentuh dengan kata-kata diatas.
Wassalamualaikum wr wb.