Langit baru saja terbangun dari malamnya
lalu rona merekah merah di kaki anak bukit
dibawah cakrawala angkasa-angkasa tegak
kaki-kakinya terhujam ke bumi
tunduk, melantun pada doa-doa
yang sejak gelap subuh ia lafalkan
dalam tahajud-tahajudnya
dalam sujud-sujudnya
dan ini adalah cerita angkasa
yang teguh menjaga
saat terik masih saja merah
dan ini adalah kisah angkasa
yang tak pernah mengeja jasa
karena diatas horison sana
telah ditata
lalu angkasa-angkasa?
cakrawala begitu iba
lalu ia menggantung teduh
mencurah bening cintanya
pada manusia-manusia
pada angkasa-angkasa
tapi mengapa?
bukankah angkasa tak perlu teduh?
angkasa hanyalah manusia
yang kueja ‘akhwat anggun nan perkasa’
Kueja kembali, dan kusebut ia Angkasa sang bunga peradaban…
@markaz pribadiku, memoar mega mendung
langkah kecil untuk ribuan langkah yg harus ditapaki..
Bismillah!! Hamasah…!
Nama: Kinahanan F.A
BalasHapusKelas/Absen: IX C/10
Isi puisi diatas bagus, menarik, diksi serta majasnya bagus dan tepat. Walaupun ada beberapa kata yang kurang familiar, tetapi puisi di atas tetap menarik untuk dibaca
Terima kasih :)
Nama :Bagas Wahyu Nugroho
BalasHapusKelas/Absen :IX C/01
Puisi diatas sudah lumayan bagus dan menarik.Meskipun ada beberapa kata-kata yang kurang pas,tetapi tidak ada salahnya untuk dibaca.
Terima kasih.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
HapusNama:Arni Tsalitsa
BalasHapusKelas:IX A
No:2
Puisi diatas sudah bagus.Kata-kata yang dituliskan oleh sang penulis sudah puitis dan juga menarik.Dan disetiap kata dalam puisi tersebut,mengandung makna yang berarti.
Nama :Aditya Darmayuda Pratama
BalasHapusKelas : 9D
Absen :3
Menurut saya puisi diatas cukup baik karena orang akan penasaran terhadap maksud dari ungkapan puisi diatas.Dari segi diksi,bahasa penyair sudah cuku tepat tetapi ada beberapa kata yang menurut saya kurang pas.
Terima kasih